RSS

Arsip Kategori: Pemikiran Hasan Al-banna

Makna Jihad

Pemahaman jihad dalam islam menurut  Imam syahid Hasan Al-banna diantaranya sebagai berikut:

1. Adanya perasaan yang hidup dan kuat, yang meluapkan kecintaan pada kejayaan dan kemuliaan islam, yang membisikkan kerinduan pada kekuasaan dan kekuatan islam, yang menangis karena sedih atas nasib kaum muslimin yang lemah dan hina, dan yang menyalakan derita atas keadaan yang tidak diridlai oleh Alloh SWT, Muhammad SAW, jiwa yang muslim, serta hati yang mukmin. baca selanjutnya…

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Mei 2012 in Pemikiran Hasan Al-banna

 

Tag: , ,

Kedudukan sholat menurut hasan al-banna

Hasan Al-banna memberikan pemahaman tentang kedudukan sholat dalam islam bagaikan kedudukan kepala pada jasad, yaitu:

1. Sholat adalah tiang, pilar, rukun, syi’ar, tampilan islam yang abadi dan tandanya yang kekal.

2. Sholat adalah penyejuk pandangan mata, pelega nurani, penentram jiwa, penghiasa hati, penghubung antara hamba dengan Tuhan, dan tangga yang dinaiki ruh orang-orang yang mencintai Alloh SWT menuju puncak ketinggian, sehingga menikmati kelezatn di kebun kesucian, serta menghimpun berbagai unsur kebahagian dari dua alam;alam ghoib dan alam nyata.

3. Sholat adalah cahaya yang menerobos ke dalam jiwa orang yang sungguh melaksanakannya dan kelezatan bagi orang yang mereguk madunya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Mei 2012 in Pemikiran Hasan Al-banna

 

Tag: ,

Sosok seorang kader

Hasan Al-banna mendefinisikan kader umat adalah rahasia kehidupan umat dan motor penggerak kebangkitannya. Sejarah seluruh umat adalah sejarah para kadernya yang cerdik,memiliki kekuatan jiwa, dan kebulatan tekad. kuat atau lemahnya umat diukur dengan tingkat kesuburannya melahirkan kader-kader yang memenuhi syarat kesatria yang benar. Saya yakin dn sejarah membuktikannya bahwa satu orang kader dapat membangun umat jika kesatrianya benar, juga mampu menghancurkan umat jika sifat kesatriannya di arahkan pada aspek penghancuran, bukan pembangunan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Mei 2012 in Pemikiran Hasan Al-banna

 

Tag: , ,

Tarbiyah yang benar

Hasan Al-banna mendefinisikan tarbiyah yang benar adalah mentarbiyah umat pada mentalitas mulia, moral yang terpuji,serta membangunkan perasaan yang menggiring umat untuk mempertahankan kemuliaan, bersungguh-sungguh mengembalian kejayaannya, dan menanggung segala kelelahan dalam mencapai tujuan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Mei 2012 in Pemikiran Hasan Al-banna

 

Tag: ,

Tiang-tiang penyangga pemerintahan

Menurut Imam Syahid Hasan Al-banna, pemerintahan dalam islam tegak di atas kaidah yang sudah populer dan aksiomatis, yang semuanya merupakan kerangka pokok bagi sistem pemerintahan islam, yaitu;

1. Tanggung Jawab Pemerintah

Dalam menjalankan tugasnya , pemerintah bertanggung jawab kepada Alloh dan rakyatnya. Ia adalah pelayan dan pekerja bagi rakyat yang menjadi tuannya.

2. Kesatuan Umat

Umat islam adalah umat yang satu, karena ukhuwah yang dengannnya Islam mempersatukan hati mereka dalam satu landasan iman. Tidak ada kesempurnaan iman kecuali dengan ukhuwah, dan tidak akan terealisasi iman kecuali dengan keberadaannya.

Bagi umat islam, tidak ada perbedaan dalam hal-hal prinsip, sebab sistem kehidupan sosial yang terbingkai dalam satu kesatuan, yaitu islam telah dikenal luas para pemeluknya, sementara perbedaan dalam hal-hal furu(cabang) tidaklah membahayakan. Tidak ada kebencian, permusuhan, dan fanatisme golongan yang menjadi kebijakan peerintah, yang ada adalah keharusan riset, kajian, musyawarah, dan saling menasehati.Jika termasuk pada hal yang dinashkan, maka pintu ijtihad tertutup, sedangkan bila tidak ada nashnya, maka keputusan pemerintah harus menyatukan umat, dengan terlebih dahulu melaksanakan ketentuan kedua.

3. Menghormati Aspirasi Umat

Diantara hak umat isalm adalah mengawasi roda pemerintahan sedetail mungkin dan aktif bermusyawarah berkenaan sesuatu yang dipandang baik, sedangkan kewajiban pemerintah adalah bermusyawarah dengan rakyat

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Mei 2012 in Pemikiran Hasan Al-banna

 

Tag: , , , , ,

Syarat Menjadi Anggota DPR

Untuk menjadi anggota DPR(ahlul halli wal ‘aqdi) menurut Hasan Al-banna harus memiliki dalam tiga elemen dasar, yaitu:

1. Ahli Fiqh yang mempunyai standar mujtahid, dimana pendapat-pendapat mereka dalam fatwa dan istinbath hukum diperhitungkan umat

2. Memiliki skill, pengalaman, pakar, dan kemampuan dalam urusan publik

3. Para tokoh kharismatik yang memiliki komando dan kepemimpinan di tengah masyarakat, seperti;tetua suku, tokoh masyarakat, dan pemimpin organisasi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Mei 2012 in Pemikiran Hasan Al-banna

 

Tag: , , , , ,

Tanah air menurut Islam

Pengertian tanah air dalam pengertian Islam yang merupakan penjabaran dari nasionalisme menurut Hasan Al-banna mencakup:

1. Mulai dari wilayah khusus, yaitu negara dimana seorang bertempat tinggal;

2. Kemudian membentang ke berbagai negeri Islam lainnya;

3. Kemudian meningkat menjadi seperti imperium Islam pertama yang telah dibangun oleh para pendahulu dengan darah mereka yang berharga, hingga panji Alloh dapat dikibarkan di sana. Dan hingga kini wilayah tersebut masih menyimpan peninggalan sejarah yang menceritakan jasa dan kemuliaan mereka;

4. Kemudian tanah air Islam yang mencakup seluruh dunia.

(Risalah Pergerakan)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Februari 2012 in Pemikiran Hasan Al-banna

 

Tag: , , ,