RSS

BBM naik untuk apa siiih…?

21 Jun

Saya mencoba berpikir sederhana tentang alasan kisruh rencana kenaikann BBM dan menolak kenaikan BBM, karena saya bukan seorang ahli ekonomi yang punya teori muluk-muluk bikin pusing kepala, dan juga bukan politisi yang sering berkelit sana sini mencari pembenaran terhadap sesuatu yang mungkin belum tentu diyakini kebenarannya.
Kalau membaca bebarapa media online, social media seperti:tweeter dan facebook, melihat iklan telivisi, serta menyaksikan perdebatan para ahli dan politisi, pemerintah yang didukung partai koalisi kecuali PKS sepakat menaikkan BBM subsidi, Berdasarkan voting paripurna DPR pada tanggal ternyata pemerintah menang, sehingga BBM subsidi positip naik,yang besarnya untuk solar dari Rp.4.500 menjadi rp.5.500, dan premium dari rp.4.500 menjadi Rp.6.500;
Berbagai alasan yang dikemukakan pemerintah untuk mendukung kenaikan BBM adalah: APBN akan jebol,jika terus menerus menanggung beban subsidi BBM yang cukup besar; selama ini subsidi BBM salah sasaran atau sekitar 70% dinikmati oleh orang kaya;
Dengan mengurangi subsidi BBM, maka anggaran bisa dialihkan untuk membangun rumah sakit, sekolah,dan memberi kompensasi sementara pada rakyat miskin melalui program BLSM;
Pemerintah dan partai koalisi selain PKS yang mendukung kenaikan BBM juga menuduh bahwa partai yang menolak kenaikan subsidi BBM sama saja membela orang kaya dan tidak mementingkan rakyat kecil, hanya mementingkan kelompok/golongan sendiri dalam jangka pendek untuk pencitraan meraih simpati publik di pemilu 2014;
Sedangkan partai oposisi, plus PKS dan sebagian ahli ekonomi yang menolak kenaikan BBM, beralasan: pemerintah tidak serius mengelola energi, dampak kenaikan BBM akan berpengaruh terhadap kenaikan harga2 barang yang lain, sehingga akan meningkatkan jumlah kemiskinan sekitar 4 jt jiwa, progam BLSM sebagai kompensasi kenaikan BBM bukan solusi yang tepat mendidik masyarakat untuk mencari usaha, karena sifatnya hanya sementara, sehingga akan habis untuk konsumsi beberapa hari saja, sedangkan dampak dari kenaikan BBM akan berlangsung lama; program BLSM hanya akal-akalan partai penguasa yang akan menjadi alat untuk pencitraan politik di pemilu 2014.
Nah itu cuplikan yang sempat terekam dalam pikiran saya, sekarang kalau ada yang bertanya kepada saya; apakah anda setuju BBM naik?(lagian siapa yang nanya…geer aja xixixixi)
Tapi walaupun gak ada yang nanya gak papa, aku bertanya sendiri dan aku jawab sendiri..hehehe. Jawabanku: AKU SETUJU BBM TIDAK NAIK
Jawabanku tentu ada alasannya lhoo…berdasarkan pikiranku..ingat aku bukan ahli ekonomi dan bukan politisi…..
Alasanku: SUBSIDI TIDAK SALAH SASARAN, karena subsidi itu untuk orang yang tidak mampu, yang salah itu orang yang seharusnya mampu membeli BBM NON SUBSIDI tetapi masih membeli BBM SUBSIDI, kalau itu yang menjadi alasan pemerintah menaikkan BBM subsidi, maka ORANG MAMPU YANG SELAMA INI BELI BBM SUBSIDI WAJIB ‘AIN BELI BBM NON SUBSIDI, toh selama ini uji coba yang diberlakukan kepada mobil/motor dinas untuk membeli BBM Non subsidi sudah berjalan, tinggal ngelanjutin aja ke mobil pribadi, BEREEES KHAAN…;
Tentunya ini harus ada ketegasan dari pemerintah dalam menegakkannya, SPBU harus diberi WARNING agar tidak melayani mobil pribadi yang beli BBM subsidi, jika masih melayani akan diberikan PENCABUTAN IZIN USAHA!;
Sedangkan BBM SUBSIDI hanya untuk ANGKUTAN UMUM DAN SEPEDA MOTOR saja!
Kalau ada statemen; nanti khan bisa aja orang yang punya mobil pribadi akan membeli BBM subsidi menggunakan sepeda motor,
Kalau saya gak percaya orang kaya akan susah-susah melakukan itu, bolak-balik antri ke pom bensin..wong kapasitas tanki mobil jauh dari kapasitas tanki sepeda motor …emang gak ada pekerjaan lain yang lebih penting dari ngisi bensin, kalaulah ada…akan bertahan berapa lama?;
Kalau orang mampu TIDAK MAU BOROS karena membeli BBM non subsidi, yaa GAK USAH NAIK MOBILPRIBADI..mending NAIK ANGKUTAN UMUM, maka KEMACETAN JALAN BISA BERKURANG…JALANAN LANCAR…TIDAK STRESS….ENAAAAK KHAN…. T
Tetapi kalau BBM SUBSIDI YANG DINAIKKAN, maka ORANG MAMPU TETAP BISA MEMBELI, WONG SELISIHNYA GAK BANYAK, tapiii coba lihat mereka yang TAK MAMPU, maka AKAN SEMAKIN MENDERITA, karena PENDAPATANNYA TIDAK MENGALAMI KENAIKAN, sedangkan harga kebutuhan untuk memenuhi keluarga mengalami kenaikan dratis, sehingga SINYALEMEN BBM SUBSIDI SALAH SASARAN, AKAN SALAH SASARAN TERUS, karena orang mampu akan tetap menggunakan BBM subsidi;
Kalau dibilang bahwa dengan menaikkan harga BBM Subsidi, maka subsidi bisa dialihkan ke sektor lain, seperti; biayai sekolah, bangun rumah sakit, dll.
Tapi itu ALASAN KLASIK yang pernah dikemukakan pemerintah pada waktu menaikkan BBM subsidi beberapa tahun lalu sekitar tahun 2006, yang hanya menghibur sebentar masyarakat, tetapi kenyataannya rumah sakit juga masih banyak yang gak standar, biayanya juga masih mahal, biaya sekolah juga masih mahal, kalaulah murah tapi kualitasnya turun…gimana coba…
Agar masyarakat miskin GAK KAGET dengan gejolak harga yang diakibatkan oleh kenaikan BBM Subsidi, pemerintah menghiburnya dengan bantuan kompensasi berupa BLSM(Bantuan langsung Sementara Masyarakat) yang dulu istilahnya BLT(Bantuan Langsung Tunai) sebesar Rp.150.000,-per-KK, selama beberapa bulan saja, yang akan habis dipakai untuk konsumsi dalam sekejab, padahal KENAIKAN HARGA AKAN BERLANGSUNG SETERUSNYA,
Kalau soal memberi bantuan kepada rakyat kecil, yaa…itu mulia…, dan itu juga bagian dari KEWAJIBAN NEGARA yang termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945, tapi kalau sifatnya hanya sementara, pengaruhnya gak signifikan dan tidak akan membuat rakyat bertambah makmur;
Akan berbeda kalau pemerintah memberikan bantuannya dalam BENTUK MODAL USAHA, maka insya Alloh masyarakat akan menjadi SURVIVE dan tambah makmur, atau istilahnya memberi pancing bukan memberi ikan;
Coba BANDINGKAN dengan BBM subsidi gak naik, maka angkutan dan barang2 gak ikut naik, sehingga rakyat kecil MASIH MAMPU BELANJA, dan subsidi dalam APBN JUGA BISA TERKURANGI oleh ORANG MAMPU YANG MEMBELI BBM NON SUBSIDI, keuntungan lain bagi pemerintah adalah gejolak politik, keamanan dan demontrasi anarki dapat terminimalisir;
Jadiiii………. Kesimpulanku: saya sepakat pendapat yang menolak kenaikan BBM Subsidi bahwa itu lebih banyak DITUMPANGI KEPENTINGAN PENCITRAAN PARTAI POLITIK TERTENTU(partai penguasa) untuk mengelabui masyarakat bawah melalui pemberian kompensasi BLSM menjelang pemilu 2014.
Sekiaan dulu aaah….capek dan udah habis ide tulisannya…
Selamat membaca……kalau mau….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Juni 2013 in Coretanku Terkini

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: