RSS

Ketegasan PM Turki Recep Tayyeb Erdogan

20 Feb

Wawancara provokatif wartawan surat kabar  The New York Times Amerika (Haniel Stanford dan Bernard Zand) dengan PM Turki Recep Tayyeb Erdogan tentang berbagai tema politik dan hubungan luar negeri Turki. Yang apabila dilihat dari pertanyaan dan jawaban yang dikemukakan Erdogan menunjukkan seorang pemimpin yang tegas dan menguasai permasalahan dalam negeri maupun luar Turki.

The New York Times: ”Bagaimana hubungan Turki dengan Armenia, yang mana dari sumber sejarah menyebutkan adanya pembunuhan masal yang dilakukan imperium Utsmani terhadap penduduk Armenia.

Erdogan :“Ketika seorang wartawan menggunakan istilah pembunuhan masal, maka seharusnya ia meneliti terlebih dahulu tentang masalah ini dengan cermat. Bisa jadi di sana memang tidak ada yang namanya pembunuhan masal terhadap penduduk Armenia. Pembunuhan masal merupakan sebuah istilah konstitusi. Pada tahun 2005, aku menulis sebuah pesan kepada presiden Armenia, ketika itu Robert Kotscarban dan memberitahukan kepadanya bahwa masalah ini tidak berkaitan dengan para politisi semacam kita, melainkan sebuah permasalahan yang membutuhkan penelitian intensif dari para ahli sejarah. Sekarang ini terdapat jutaan dokumen berkaitan dengan masalah ini di Arsip nasional Turki. Terdapat pencarian lebih dari satu juta dokumen sejak kutulis pesan ini kepada presiden Armenia tersebut. Kukatakan kepadanya bahwa arsip-arsip di negara kalian sebaiknya diperlihatkan di hadapan masyarakat umum. Apabila para sejarawan tidak mampu menjelaskan persoalan ini dengan memuasakan, maka biarkan para pengacara dan para pakar politik dan pakar geologi terlibat dalam upaya ini”

The New York Time,” Pemerintah Armenia menyatakan bahwa pembentukan komisi yang terdiri dari para sejarawan merupakan solusi terbaik untuk menunda penyelesaian sengketa ini hingga waktu yang tidak ditentukan. Kami tidak sependapat dengan ide yang menyatakan bahwa para politisi tidak seharusnya memperbincangkan terjadinya pembunuhan masal. Salah seorang politisi yang menggunakan istilah ini adalah presiden Armenia sekarang”

Erdogan, “  Penggunaan kata ini merupakan kesalahan dan menimbulkan reaksi yang salah. Kata tersebut tidak bisa dipercaya hanya karena salah seorang presiden menggunakannya. Disamping itu, Amerika Serikat bukanlah salah satu pihak dalam masalah ini. Amerika Serikat sama dengan negara lain pada umumnya, hanya sekadar penonton. Sedangkan kami dan Armenia adalah satu-satunya yang terlibat di dalamnya. Inilah sejarah kami. Republik Turki pun belum dibentuk tahun 1915, masa itu adalah periode pemerintahan imperium Utsmani yang ketika itu bersekutu dengan Jerman”

The New York Times, “ Bukankah Republik Turki ini pewaris konstitusi imperium Utsmani?”

Erdogan, “ Tidak diragukan bahwa Turki memang berdiri di atas kekuasaan imperium Utsmani yang masih tersisa dan tidak satu negara pun yang mengingkari asal-usulnya. Siapapun yang berupaya mengingkari asal-usulnya, maka telah melakukan sebuah kesalahan besar. Apabila sesuatu yang penting telah menampakkan secercah cahayannya setelah melalui penelitian sejarah masa lalu, maka kalian akan bisa menerima sejarah bangsa kami. Akan tetapi yang terpenting adalah, rakyat Armenia bersedia menerima sejarah mereka.”

The New York Times, “ Sejarah yang bagaimana yang harus diterima Armenia dalam masalah ini?’

Erdogan,” Di sana tidak ada yang namanya pembunuhan masal terhadap pihak lain, melainkan yang terjadi adalah sebuah pertempuran yang menelan banyak korban jiwa baik dari rakyat Turki maupun Armenia’ dimana ketika itu mereka adalah warga imperium Utsmani. Hanya saja sebagian dari mereka dikendalikan kekuatan luar dan terlibat dalam gerakan bersenjata. Masalah tersebut harus dipelajari dengan sangat cermat”

The New York Times, “ Mengapa anda mempersulit perdebatan ini dengan cara tutur kata anda mengenai kemungkinan terjadinya deportasi semua pekerja Armenia yang berada di Turki secara ilegal?”

Erdogan,” Saya merasa sangat berduka,jika anda memahami masalah tersebut seperti itu. Kami telah membicarakan dan mengambil kebijakan semaksimal mungkin yang dapat kami lakukan. Kami memberi kesempatan kepada para pekerja Armenia di Turki selama beberapa tahun tanpa paspor atau keterangan domisili. Yang bisa kukatakan adalah, aturan tersebut merupakan prinsip utama. Di sana terdapat masalah perburuhan ilegal di semua penjuru dunia dan tidak ada masalah memperdebatknnya. Akan tetapi ketika seseorang dari Turki memperbincangkan masalah ini, ada pihak yang merasa keberatan. Mengapa demikian?”

The New York Time, “ Mengapa anda berambisi menghukum pekerja Armenia di turki mengenai keputusan yang berkaitan dengan pembunuhan masal yang tersebar luas di luar. Sebagimana keputusan yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat dan kemudian diikuti Swiss?

Erdogan,” Siapa yang mengatakan bahwa kami menganggap bahwa Armenia bertanggungjawab terhadap masalah tersebut?Saya tidak pernah mengatakannya sama sekali. Kami memulai proses pendekatan antara Turki-Armenia setahun sebelumnya. Kami bertekat menormalisasi hubungan kedua negara. Kemudian komisi urusan luar negeri di konggres Amerika Serikat mengambil keputusan berdasarkan permintaan atau laporan rakyat armenia yang tercerai-berai, dan memvonis bahwa peristiwa tahun 1915 itu sebuah pembunuhan masal. Itu tidaklah penting. Mari kita kembali ke masalah Armenia yang tercerai berai dan negara yang mendukungnya. Di sana terdapat rakyat Armenia yang berkewarganegaraan Turki berada di Turki dan ada pula rakyat Armenia bermukim di negara kami secar ilegal. Bahkan hingga sekarang, kami belum berfikir untuk mendeportasinya. Akan tetapi apabila mereka yang tercerai berai ini tetap melancarkan tekanan, maka barangkali mengambil kebijakan tersebut,”

The New York Times, “Anda menolak penggunaan istilah pembantaian, meskipun sering menggunakannya terus menerus, misalnya, anda menuduh Israel melakukan pembantain masal di Jalur Gaza. Disisi lain , anda juga membela Presiden Sudan Umar Al-basyir dengan mengatakan bahwa umat islam sejati tidak mungkin melakukan pembantaian masal dan keji seperti itu. Apakah umat islam mempunyai keistimewaan tersendiri dibandingkan kaum Yahudi dan Kristen?’

Erdogan, “ Anda memotong pernyataanku dari konteksnya. Akan tetapi saya tidak akan terjebak dalam perangkap anda itu. Saya pastikan bahwa seseorang sangat mungkin menyatakan bahwa pembantaian Israel di jalur Gaza merupakan pembunuhan masl, sebab di sana terdapat korban lebih dari !400 orang dan sebagian besar mereka terbunuh oleh serbuk posfor putih, disamping 5000 lainnya terluka, dan 5000 keluarga terlunta-lunta.”

The New York Time,” Mengapa berbeda dengan Sudan?

Erdogan,” Dalam kondisi seperti itu, saya akan membahas tentang prinsip. Kami adalah muslim. Akan tetapi kami tidak akan membandingkan atau menyandingkan agamku dengan agama-agama lain. Kukatakan bahwa seorang muslim tidak mungkin melakukan pembunuhan masal sebagaimana dikemukakan PBB, Sebab islam adalah agama perdamaian. Umat Islam juga menyakini bahwa barang siapa membunuh seseorang tanpa dosa, maka bagaikan membunuh semua orang”

Sumber: Buku Erdogan Muadzin Istambul Penakluk Sekulerisme,Syarif Thagian, hal 401-404

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Februari 2013 in Wawasan

 

Tag: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: