RSS

Pekan Raya Jakarta

17 Jul

Pada hari minggu kemaren, saya jalan-jalan ke kemayoran untuk melihat PRJ yang merupakan event bisnis tahunan yang menjadi salah satu icon Jakarta. Saya berdua dengan teman yang dulu pernah satu kantor, yang kebetulan tidak sama-sama pulang. Karena hari terakhir penutupan, maka pengunjungnya luar biasa,untuk memburu discount besar, apalagi kondisi langit yang cerah.

Kami mulai masuk sekitar jam setengah limaan, atrian motor untuk parkir pengunjung udah berjubel…maka Kami ambil parkir di luar aja..toh tarifnya sama dan biar kalu pas pulang gampang gitu…otomatis tidak mungkin sebentar lalu pulang, lokasi yang luas dan jumlah stan yang banyak membutuhkan waktu yang cukup banyak, walaupun mungkin hanya untuk melihat-lihat saja, karena walaupun katanya harganya murah/banyak diskon..tetapi kalau gak tertarik untuk beli atau gak begitu butuh sekali khan gak beli juga, walaupun tertarik tetapi harganya tetap tidak terjangkau walaupun sudah didiskon dan kesulitan membawa barangnya, yaa gak akan beli juga,.atau emang duwitnya gak cukup..hehehehe….

Mulailah berjalan-jalan..lihat-lihat barang yang dijual..kali aja ada tertarik, harga super murah dan gak susah bawanya..Satu jam setengah sudah berjalan belum ada yang dibeli..kaki udah mulai capek…dak waktu mendekati maghrib…maka prioritas utama cari tempat sholat/musholla…tanya kesana..kemari…jalan kesana-kemari…untuk menemukan tempat wudlu dan tempat sholat….

Alhamdulillah setelah tiga kali tanya..ketemu juga…ternyata di pojok dekat toilet….ada ruangan bertuliskan musholla dengan  ukuran kurang lebih 2,5 m2 x 8 m2 dibagi dua untuk wanita dan pria yang cukup untuk sholat jamaah sekitar 15 orang,  tempat wudlunya menggunakan kran toilet…karena jumlah yang akan sholat lumayan banyak dengan tempat terbatas..maka wudlunya harus antri dan sholatnya juga harus antri bergantian, sehingga habis sholat langsung berdiri..karena dibelakang udah ada yang menunggu untuk sholat juga

Hati saya berbisik dan saya ungkapkan juga kepada teman saya; jumlah pengunjung yang segini banyak dan berjubel ini…berapa yang kira-kira melaksanakan sholat maghrib yaa? Kalau diperhatikan sebagaian besar pengunjungnya asli orang indonesia dan tidak sedikit juga yang pakai kerudung…tetapi mereka santai aja…saat maghrib tiba. Mungkin saja mereka sedang berhalangan atau orang dari luar kota jakarta, sehingga sholatnya dijamak dengan isya, klo sebagian kecil mungkinlah, tapi sebagian besar,saya kira tidaklah…masak orang segitu banyak sebagaian besar berhalangan? atau dari luar kota hanya nonton PRJ… gak masuk akallah

Tetapi bisa jadi mereka gak melaksanakan sholat…karena tempatnya gak memungkinkan atau gak mau/malas mengantri atau repot bawa anak/barang..mau ditaruh dimana, bagaimana nanti kalau hilang dll. Dengan seribu alasan orang begitu mudahnya meninggalkan kewajiban ibadah kepada Dzat yang menciptakan dirinya, yang memberinya rizki, yang menghidupkan dan mematikan, bahkan yang memberi…yang mana untuk masuk aja, mau untuk mengantri dan berjubel-jubel…hanya melihat barang dunia yang tak akan dibawa mati….astaghfirulloha’adzim.

Yang mengelola bisnis ini… pasti hanya mementingkan bisnis saja(itu sangat mungkin)…dan bisa jadi pengelolanya PRJ  bukan orang muslim…walaupun menyediakan tempat sholat tapi hanya sekedarnya aja..yang penting ada…tetapi tidak memenuhi rasio jumlah pengunjung yang sebagian besar orang muslim,

Seharusnya penyediaan tempat sholat, karena umat islam ibadah sholatnya terpaku pada waktu-waktu tertentu menggunakan rasio berapa jumlah umat islam atau perkiraan pengunjung yang beragama islam, sehingga pengunjung nyaman. dan itu seharusnya bisa terjadi, diwilayah yang mayoritas penduduknya  beragama islam, bahkan pemimpinnyapun orang muslim yang sudah bergelar haji lagi, walaupun EO dari event PRJ mungkin non muslim, tetapi power sebagai pemimpin bisa digunakan tanpa mengurangi aspek bisnisnya. Mengapa harus dipikulkan tanggungjawabnya kepada pemimpin? karena nantinya pemimpin itu akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Alloh SWT apa yang dikerjakan ketika menjadi pemimpin di dunia…apa tidak takut? Apa yang akan dijawab, ketika dihadapan pengadilan Alloh SWT ada orang yang ditanya; kenapa ketika kamu berkunjung di event PRJ, melalaikan sholat? lalu yang ditanya menjawab: karena tidak/kurang disediakan tempat sholat dan wudlu, lalu ditanya lagi; siapa yang menjadi penanngung jawab acara? jawabnya: Gubernur  Si A, Panggil dia suruh menghadapku!(kata Alloh SWT), kenapa kamu sebagai pemimpin dan pennngung jawab event, tidak menyediakan tempat sholat bagi rakyat dan pengunjungmu?bukankah kamu seorang muslim?bukankah mereka saudaramu se iman? dst, terus apa jawabnya?????

Mungkin ada yang komentar, masalah ibadah khan urusan masing-masing, ngapain harus ngurusin orang lain urus aja sendiri-sendiri.

Memang benar bahwa masalah ibadah sholat adalah urusan masing-masing, tetapi menyediakan sarana tempat ibadah itu bukan masing-masing..harus diatur oleh penguasa…biar teratur. Apabila sarana tempat ibadah sudah disediakan secara proporsional, kemudian orang tetap gak mau ibadah, maka pertanggungjawaban sebagai pemimpin akan lepas, dan baru orang pribadi itu sndiri yang akan menanngung akibatnya di hadapan Alloh SWT, dan kita sebagai saudara sesama muslim wajib memberi nasehat/mengingatkan dalam kebaikan demi selamatnya saudara dari siksa dan azab Alloh SWT karena melalaikan kewajiban, serta demi kemaslahatn umat.

Saya membayangkan; bagaimana kalau pemimpin mayoritas umat islam ini berasal dari non muslim? apakah akan dipenuhi kebutuhan dan hak-hak seorang muslim dalam menghadap Robb-nya?, sedangkan dengan kondisi sekarang saja yang pemimpinnya/gubernurnya ditangan seorang muslim aja, tidak berdaya, kebutuhan dan hak-hak umat islam dalam beribadah masih diabaikan.

Ini juga yang mungkin menjadi salah satu negeri ini senantiasa dilanda bencana, dan kurang mendapat berkah dari Alloh SWT dengan kekayaan alam yang luar biasa. Wallohu a’lam bi shshowab.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Juli 2012 in Curhat

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: