RSS

Makna Jihad

26 Mei

Pemahaman jihad dalam islam menurut  Imam syahid Hasan Al-banna diantaranya sebagai berikut:

1. Adanya perasaan yang hidup dan kuat, yang meluapkan kecintaan pada kejayaan dan kemuliaan islam, yang membisikkan kerinduan pada kekuasaan dan kekuatan islam, yang menangis karena sedih atas nasib kaum muslimin yang lemah dan hina, dan yang menyalakan derita atas keadaan yang tidak diridlai oleh Alloh SWT, Muhammad SAW, jiwa yang muslim, serta hati yang mukmin.

2. Menjadikan duka yang mendalam dan emosi yang hadir sebagai pemicu untuk berfikir serius dalam mencari jalan keluar, menghabiskan waktu untuk berfikir secara mendalam dan menganalisa berbagai medan aktivitas serta mencari-cari alternatif strategi dengan harapan menemukan orang yang akan melaksanakannya atau menjumpai juru selamat untuk umat.

https://qualitaassaadah.files.wordpress.com/2015/01/8.jpg?w=422&h=47

Niat seseorang itu lebih baik dari amalnya(HR.AlBaihaqi dan ARRab’i.)

3. Merelakan sebagian waktu, harta, kebutuhan pribadimu untuk kebaikan islam dan kaum muslimin. Jika anda seorang pemimpin, berinfaqlah untuk memenuhi tuntutan kepemimpinanmu, jika anda seorang prajurit maka bantulah para da’i dengan aktivitasmu, masing-masing dari mereka mendapatkan kebaikan dan masing-masing diberi janji baik oleh Alloh sebagaimana disebutkan dalam QS:At-Taubah:120-121),

4. Anda memerintahkan yang ma’ruf, mencegah yang mungkar, serta berlaku tulus dalam mentaati Alloh, Rasul-nya, Kitab-nya, serta dalam memberi nasehat kepada para pemimpin Islam dan kaum muslimin, juga menyeru ke jalan Alloh SWT dengan hikmah dan nasehat yang baik.( Al-Maidah:78-79).

5. Mengingkari orang yang ingkar pada agamanya dan memboikot orang yang memusuhi Alloh dan Rasul-Nya, sehingga tidak ada lagi hubungan, interaksi, makan bersama, dan minum bersama antara anda dengan dia’

Kisah Bani Israil:

Seorang laki-laki yang menjumpai laki-laki lain yang sedang maksiat, maka ia mengatakan:”Wahai fulan bertakwalah kepada Alloh dan tinggalkan apa yang sedang kamu lakukan sebab ia tidak halal bagimu” isok harinya ia bertemu lagi dengan laki-laki yang berbuat maksiat, namun ia tidak keberatan untuk menemaninya makan, minum, dan duduk. Ketika Bani israil melakukan hal seperti itu, maka Alloh mempertentangkan hati sebagian mereka dengan sebagian lain

6. Anda menjadi prajurit Alloh SWT yang mewakafkan jiwa dan harta untuk-nya, hingga tidak menyisakan sesuatu apapun. Jika kemulian islam terancam, kehormatan Islam dinodai, dan gema seruan kebangkitan untuk mengembalikan kejayaan islam dikumandangkan, maka anda adalah orang pertama yang menyambut seruan dan orang pertama yang maju ke medan jihad(QS:At-taubah:111)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَهْمٍ الْأَنْطَاكِيُّ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ وُهَيْبٍ الْمَكِّيِّ عَنْ عُمَرَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ قَالَ ابْنُ سَهْمٍ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ فَنُرَى أَنَّ ذَلِكَ كَانَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

[Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdurrahman bin Sahm Al Anthaki] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Mubarak] dari [Wuhaib Al Makki] dari [Umar bin Muhammad bin Al Munkadir] dari [Sumayyi] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa meninggal sedang ia belum pernah ikut berperang atau belum pernah meniatkan dirinya untuk berperang, maka ia mati di atas cabang kemunafikan.” Ibnu Sahm berkata; Abdullah bin Mubarak berkata, “Lantas kami diberi pendapat bahwa hal itu berlaku di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam(HR.Muslim, No.3533)

7. Anda berusaha menegakkan timbangan keadilan, memperbaiki urusan seluruh makhluq, berlaku adil terhadap orang yang teraniaya, dan tegas terhadap orang yang dzalim, betapun posisi dan kekuasaannya

.أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ

Dari Abu Said Al-khudri.r.a Nabi SAW bersabda: “Seutama-utama jihad adalah kata-kata benar di hadapan penguasa atau pemimpin yang zhalim“(HR. Abu Dawud dan Bukhari)

Dari Jabir r.a Rasululloh SAW bersabda:” Penghulu para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan seorang yang berdiri di hadapan penguasa yang zhalim untuk memerintah dari mencegahnya, akhirnya ia dibunuhklah“(HR.Ibnu Majah dengan sanad shahih)

8. Jika anda tidak terbimbing melakukan salah satu dari 7(tujuh) hal tersebut, maka anda mencintai para mujahid sepenuh hati dan memberi masukan dengan pikiran yang jernih, sehingga Alloh SWT menetapkan pahala untuk anda dan melepaskan anda dari tanggung jawab, jangan sekali-kali anda menjadi orang selainnya, sehingga Alloh SWT mengunci hati anda dan menyiksa anda dengan seberat-berat siksa(At-taubah:91-93)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Mei 2012 in Pemikiran Hasan Al-banna

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: