RSS

Mendambakan Pemimpin Indonesia

31 Jan

Kepemimpinan adalah aspek penting dalam membangun bangsa dan Negara, karena ibarat kapal berlayar, nahkodalah sebagai pengendali kapal tersebut, apakah penumpang akan sampai pada tujuan dengan selamat ataukah kapal berhenti ditengah lautan diterjang badai dan gelombang lalu kapal tenggelam. Disinilah diperlukan seorang nahkoda dengan expert  yang tinggi, sehingga  mampu menghadapi badai dan terjangan ombak yang sangat ganas ditengah lautan untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh para penumpang.

Indonesia merupakan Negara besar dengan ribuan pulau, lautan luas, potensi alam besar, suburnya tanah dan beragamya  budaya dan budaya. Untuk mengelola itu semua sehingga mencapai apa cita-cita yang sudah diamanahkan dalam konstitusi yaitu kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia sangat dibutuhkan sosok pemimpin yang memiliki karakteristik tertentu diantaranya sebagai berikut:

Pertama, (Mapping) pemimpin yang mengetahui peta komprehensif Indonsia, yaitu Seorang yang mencalonkan pemimpin harus lebih dahulu mengetahui peta detail Indonesia dari semua aspek, yaitu :  1).aspek geografis, dimana Negara Indonesia merupakan Negara kepulauan, potensi kekayaan alam masing-masing pulau apa saja dan sekarang kondisinya  seperti apa, berapa besar yang masih bisa diekplorasi untuk kemakmuran  masyarakat, 2). aspek demografis dan sosiologis, jumlah penduduk dan sebarannya di berbagai pulau dari sabang sampai merauke dengan berbagai keragaman suku, agama dan budaya, bagaimana cara mensikapinya, dan berapa jumlah angka kemiskinan serta rasionya antara jumlah orang kaya, 3).aspek sumber daya manusia, berapa jumlah pengangguran produktif, rasio antara masyarakat berpendidikan tinggi, menengah, dan dasar, berapa jumlah sumber daya manusia yang mempunyai expert dalam berbagai bidang baik yang ada didalam maupun di luar negeri, 4). aspek  sosial politiknya , keberagaman keinginan masyarakat menumbuhkan berbagai macam partai politik yang masing-masing mempunyai kepentingan yang berbeda-beda, 5). aspek financial, bagaimana posisi APBN,  darimana saja sumber pendanaannya dan untuk apa saja pos pengeluarannya serta bagaimana rasio antara pinjaman dengan jumlah penerimaan.

Kedua, (Visioner) pemimpin  yang mampu membaca peta kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan, kemudian merumuskannya dalam bentuk visi dan misi yang jelas, sehingga tergambar kemana arah Indonesia ke depan, prioritas mana yang akan didahulukan dan SDM seperti apa yang akan mengisi dan membantu tercapainya cita-cita besar dalam lima tahun kedepan.

Ketiga, (Integrity) pemimpin yang jujur, kejujuran merupakan perilaku yang harus melekat pada seorang pemimpin, karena akan membawa implikasi pada perilaku masyarakat, sehingga pemimpin tidak  melakukan kebohongan pada masyarakat untuk kepentingan diri, keluarga dan kelompoknya atas nama kepentingan rakyat.

Keempat, (Responsibility) pemimpin yang bertanggung jawab, setiap kebijakan yang dibuat seorang pemimpin beserta pembantunya berimplikasi kepada masyarakat, baik implikasi positif maupun negative, dan apabila implikasi kebijakan negative maka yang menjadi korban adalah masyarakat, dan yang paling menderita adalah rakyat kecil/miskin. Oleh karenanya pemimpin harus berani bertanggung jawab terhadap akibat yang timbul dari kebijakan yang dibuatnya..

Kelima, (Attention/Care) pemimpin yang peduli, kesejahteraan dan keadilan dalam suatu negara belum merata, kemiskinan dan kelaparan masih dimana-mana, bencana alam datang secara tiba-tiba, semua itu semakin meningkatnya penderitaan masyarakat. Hal inilah yang diperlukan sejauh mana tingkat kepedulian pemimpin terhadap kondisi masyarakatnya dan apakah kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan juga memperdulikan kondisi masyarakat secara riil..

Keenam, (Braveness & Explicitness) pemimpin yang tegas, pemimpin harus punya keberanian dalam mengambil sikap tegas, tetapi tidak represif, terutama terhadap persoalan yang dapat menimbulkan kekacauan Negara atau disintegrasi Negara, karena dalam berbangsa dan bernegara banyak permasalahan yang timbul dari dalam negeri sendiri maupun yang berasal dari luar negeri, yang mana persoalan tersebut ada yang bertujuan merongrong pemerintahan atau hanya mengekspresikan diri atas ketidakpuasan terhadap kondisi yang ada. Hal inilah yang harus segera di respon oleh sang pemimpin sesuai dengan besar kecilnya kemungkinan resiko yang akan timbul, maka disinilah dibutuhkan kecerdasan dan kejelian pemimpin dalam memilah dan memilih persoalan dan mencari solusi yang tepat. Selain itu juga harus ada keberanian dalam mengambil kebijakan untuk membuat regulasi untuk kemajuan bangsa dan Negara.

Apabila ke enam karakter tersebut selalu ada dalam sosok pemimpin indonesia, maka saya yakin  kesejahteraan dan keadilan akan merata kepada seluruh lapaisan masyarakat dan kemajuan bangsa  untuk bersaing dengan Negara-negara lain juga akan tercapai.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Januari 2012 in Opini

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: